Senin, 21 Maret 2016

Rabu, 23 September 2015

GALANG RALLY 2015

Ini dia Dokumentasi Galang Rally 2015 yang dilaksanakan kemarin tanggal 18-19 April 2015






EDISI PAHLAWAN

AYAM JANTAN DARI TIMUR


Thomas Mattulessy merupakan tokoh fiktif yang harus dihapus dari catatan sejarah Indonesia. Yang sesungguhnya ada adalah Patimura yang memiliki nama ash Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy. Tokoh ini lahir di Hualoy, Seram Selatan, wilayah Islam tahun 1783. Ini sekaligus membantah versi pemerintah yang menyebut Patimura lahir di Saparua. Mat Lussy merupakan bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kasim Al¬lah, Pelayan Allah) atau dalam lidah Maluku disebut ‘Kasimiliali’.

Dalam buku biografi versi pemerintah yang ditulis M Sapija dikatakan jika Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya bernama Anthoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau bukan nama orang tetapi nama sebuah negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.


Keterangan Sapija tersebut janggal. Sapija tidak jujur dengan tidak menuliskan sebagai Pelayan Allah dan Sapija tidak menyebut Sahulau itu adalah kesultanan. Lalu Sapija juga mengada-adakan marga Pattimura Mattulessy, padahal di negeri Sahulau tidak ada marga Pattimura atau Mattulessy. Di sana hanya ada marga Kasimiliali yang leluhur mereka adalah Sultan Abdurrahman. Penulis sendiri pernah langsung berdiskusi dengan salah seorang Panglima Perang Hitu di tahun 1999 dimana dia menyatakan jika Patimura adalah Marga Muslim sedangkan Mattulessy adalah Kristren. Jadi tidak ada yang namanya Patimura Matulessy. Yang beranam Patimura pastilah dia seorang Muslim.

Mansyur Suryanegara menyatakan marga Patimura masih ada sampai kini. Dan semua orang yang bermarga Pattimura sekarang ini beragama Islam. Orang-orang tersebut mengaku ikut agama nenek moyang mereka yaitu Pattimura. Dan lagi, Maluku pada masa itu dipenuhi oleh kerajaan-kerajaan Islam dengan empat kerajaan Islam besar yakni Tidore, Ternate, Bacan, dan Jailolo. Begitu banyak kerajaan Islam di sini sehingga Ibnu Batutah menyebutnya sebagai lazirah al-Mulk’ atau Tana Para Raja.’

Dalam wawancara dengan penulis di kediamannya di Bandung pada 2001, Mansyur menyatakan jika umat Islam itu mayoritas di Maluku dan Ambon, jadi bukan wilayah Kristen. “Ada cara mudah untuk membuktikannya, lihat saja dari dari pesawat yang sedang terbang, akan terlihat banyak masjid atau banyak gereja. Kenyataannya, lebih banyak menara masjid daripada gereja di sana.”

Dan lagi, adalah fakta sejarah jika nyaris seluruh perlawanan terhadap penjajah¬apakah itu Portugis, Spanyol, atau pun VOC -Belanda—seluruhnya dibangkitkan oleh tokoh-tokoh Islam. Ini disebabkan antara lain semua penjajah itu membawa misi penyebaran salib. Jadi amat aneh jika ada orang-orang non-Muslim yang juga mengangkat senjata melawan para misionaris imperialis Mi. Bukankah ini berarti perlawanan Para Domba terhadap Sang Gembala? Jelas mustahil. Adalah fakta sejarah pula jika prang¬orang pribumi yang mau memeluk agama kaum penjajah ini akhirnay bergabung dan mau menjadi tentara kaum penjajah yang rnemerangi bangsanya sendiri.

Salah satunya adalah tentara Marsose yang diterjunkan ke Aceh yang terdiri dari orang-orang pribumi non-Muslim yang bekerja melayani para penjajah.

Seluruh perlawanan yang dibangkitkan merupakan perlawanan terhadap upaya 3G (Gold, Glmius, and Gospel) yang dibawa para kafir penjajah. Demikian pula yang dikobarkan Ahmad Lusy Patimura. Pada 1817, Patimura berhasil merebut Benteng Duurstede di Saparua, dan menewaskan residen Van den Bergh. Jihad ini meluas ke Ambon, Scram, dan tempat-tempat lainnya. Jihad yang digelorakan Patimura bisa kita lihat dalam tradisi lisan Maluku yang masih terpelihara hingga kini, yang antara lain beribunyi:
Yami Patasiwa
Yami Patalima
Yami Yama’a Kcpitan Mat Lussy
Matulu lalau Kato Sapambuine Ma Parang kua Kompania
Yami jama’a Kapitan Mat Lussy
Isa Nusa messe
Haro,
Hario,
Manu msi’a yare uleu uleu ‘o
Mane yascunma yare uleu-uleu ‘o
Talano utak; yare uleu-uleu’o.
Melano lette tuttua murine
Yami malawan sua mena miyo
Yami malawan sua mena miyo
(Kami Patasiwa
Kami Patalima
Kami semua dipimpin Kapitan Ahmad Lussy
Semua turun ke kota Saparua
Berperang dengan Kompeni Belanda
Kami semua dipimpin Kapitan Ahrnad Lussy
Menjaga dan mempertahankan
Semua pulau-pulau ini
Tapi pemimpin sudah dibawa ditangkap
Mari pulang semua
Ke kampung halaman masing-masing
Burung-burung garuda (laskar-laskar Hualoy)
Sudah pulang-sudah pulang
Burung-burung talang (laskar-laskar sekutu pulau-pulau)
Sudah pulang-sudah pulang
Ke kampung halaman mereka
Di balik Nunusaku
Kami sudah perang dengan Belanda
Mengepung mereka dari depan
Mengepung mereka dari belakang
Kami sudah perang dengan Belanda
Memukul mereka dari depan
Memukul mereka dari belakang)
Pertempuran kian sengit. Belanda lagi-lagi minta bantuan dari Batavia. Akhirnya Ahmad Lussy dan pasukannya tertangkap Belanda. Pada 16 Desember 1817, Ahmad Lussy dan para mujahidin Ambon menemui svahid di tiang gantungan kafir Belanda




Kamis, 06 Maret 2014

SK Kepengurusan Kwarnas Sudah Ditandatangani

Acara pertemuan Sesjen Kwarnas beserta pimpinan Kwarnas yang baru dengan staf Kwarnas. Acara yang berlangsung di kantor Kwarnas, Rabu siang (5/3) merupakan pertemuan dengan staf untuk pertama kalinya sekaligus sebagai pertemuan silahturahmi antara pimpinan Kwarnas dengan staf Kwarnas.

Acara pertemuan dibuka yang diawali dengan do'a yang langsung dipimpina Sesjen Kwarnas, Kak Yudi Suyoto. Dalam arahannnya beliau menyampaikan berita gembira bahwa Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Kwarnas masa bakti 2013 - 2018 sudah ditandatangani oelh Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.

"ini berita gembira dan patut kita syukuri bahwa dengan ditandatangani SK Kepengurusan Kwarnas tersebut membuat kita menjadi mantap untuk bekerja apalagi program-program Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 2014 sudah di depan mata" ungkap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakartan dan mantan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kak Yudi juga memperkenalkan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 2013-2018 khususnya dijajaran Pimpinan. Satu persatu disampaikan oleh Kak Yudi, yaitu:
1. H. Suriyadi MS, S.Sos, M.Si, Waka Bidang Binamuda
2. Prof. Dr. Lidya Freyani Hawadi, Psi, Waka Binawasa
3. Marbawi, S.Sos, M.Si, Waka Rembangma
4. Dr. PA. Kodrat Pramudho, M.Kes, Waka Organisasi dan Hukum
(Orgakum)
5. Drs. Achmad Rusdi, Waka Bidang Hublu
6. Lusia Adinda Lebu Raya, S.Pd, MM, Waka Kominfo
7. Brigjen TNI M. Herinda, Waka Abdimasgana
8. Drs. H. Abdul Shobur, MM, Waka Bidang Lingkungan
9. Drs. Yudi Suyoto, MM, Sekretaris Jenderal (Sekjen)
10. Bayu Priawan Djokosoestono, Bendahara

Setelah menyampaikan perkenalan tersebut, Kak Yudi meminta kepada staf juga untuk memperkenalkan diri.

Hadir dalam acara pertemuan tersebut dan memndampingi Sekjen Kwarnas adalah Kak Suriyadi, Kak Dedy Darmawan dan Kak Rafli Effendy.

Sabtu, 22 Februari 2014


Tembus Kawah Gunung Kelud, Marinir TNI AL Buktikan Tak Ada Gas Beracun
Dua belas prajurit Korps Marinir TNI AL menyusuri lereng hingga bibir kawah Kelud. Ekspedisi mereka membuktikan tidak ada gas beracun atau awan panas yang menyembur dari gunung yang pekan lalu meletus dan memuntahkan jutaan meter kubik material vulkanik.

“Memang sekitar 200 meter dari kawah gunung Kelud, tercium bau belerang yang sangat menyengat, karena kebetulan angin bertiup. Tapi bukan gas beracun, tidak perlu takut," "Penyusuran dilakukan dengan tujuan untuk meyakinkan bahwa aktivitas gunung Kelud benar-benar sudah turun," kata Letkol Mar Irpan Nasution yang juga Komandan Batalyon Komunikasi dan Elektronika-1 (Danyon Komlek-1) Korps Marinir TNI AL per telepon, Sabtu.

Menurut dia, hal itu dapat mematahkan isu yang berkembang di masyarakat sekitar gunung yang memiliki ketinggian 1.731 meter itu tentang akan adanya gas beracun dan wedus gembel.

Kegiatan yang dilakukan bersama 12 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan dua personel dari Basarnas itu dilakukan dengan menggunakan dua unit mobil Ford Ranger dan satu unit sepeda motor trail yang berakhir dengan berjalan kaki

Serah Terima Pengurus Kwartir Nasional


Sabtu pagi (22/2) di Auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka diselenggarakan acara Serah Terima Pengurus Kwarnas masa bakti 2008-2013 kepada Pengurus Kwarnas masa bakti 2013-2018.

Ini merupakan hari bersejarah bagi organisasi Gerakan Pramuka, selain hari ini diselenggarakannya penyerahan pengurus Kwarnas juga pada tanggal 22 Februari 2014 inii seluruh warga Gerakan Pramuka memperingati Hari Baden Powel (Hari BP).

Dihari ini Kak Azrul menyampaikan kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk berbuat kebaikan kepada orang dan lingkungan disekitarnya.
Serah Terima Pengurus Kwarnas

Sabtu pagi (22/2) di Auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka diselenggarakan acara Serah Terima Pengurus Kwarnas masa bakti 2008-2013 kepada Pengurus Kwarnas masa bakti 2013-2018.

Ini merupakan hari bersejarah bagi organisasi Gerakan Pramuka, selain hari ini diselenggarakannya penyerahan pengurus Kwarnas juga pada tanggal 22 Februari 2014 inii seluruh warga Gerakan Pramuka memperingati Hari Baden Powel (Hari BP).

Dihari ini Kak Azrul menyampaikan kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk berbuat kebaikan kepada orang dan lingkungan disekitarnya.

Sekilas Tentang BP

Dalam peringatan hari BP yang jatuh pada tanggal 22 Februari Kemarin, kami akan memberikan sedikit ulasan tentang siapa itu BP (Baden Powel)
 
Siapa bapak pandu sedunia ( sir robert stephenson smyth baden powell of gilwell )

Lulusan manakah baden powell ( charterhouse school )

Pangakat terakhir boden powell di kemiliteran ( letnan jendral )

Kapan bp dilahirkan ( 22 februari 1857 )

Dimakah bp dilahirkan ( London inggris )

Siapakah yang memberi gelar kebangsawanan sir ( raja george v )

Siapakah ayah bp ( prof. domine baden poiwell )

Apa pekerjaan ayah bp ( guru besar geometri di univ.oxford )

Siapakah nama ibu bp ( henrieta grace smyth )

Siapakah nama ayah dari ibu bp ( William t smyth )

Siapakah nama saudara bp (warrington,george,augustus,frank,penrose,agnes,Henrietta,Jessie,dan baden fletcher)

Tanggal berapakah ayah bp meninggal ( 11 juni 1860 )

Apa julukan bp semasa sekolah di charterhouse ( bathing towel)

Siapakah yang membantu bp masuk kemiliteran ( pamannya kol.henry smyth)

Apa pangkat paman bp saat bp masuk militer ( komandan royal military academy di woolwich )

Dinegara manakah bp pertama kali ditempatkan setelah lulus di militer ( India )

Apa pengkat bp saat tugas di India ( pembantu letnan )

Siapa sahabat dekat bp ( Kenneth mc laren)

Apa julukan bp yang diberikan oleh bangsa zulu ( impeesa )

Buku apa yang ditulis oleh bp yang menjadi masterpiece ( scouting for boys )

Siapakah istri bp ( olave st .clair soames )

Siapakah nama anak dari bp ( peter ,heather, betty )

Pada tanggal berpakah bp dianugrahi gelar lord ( 6 agustus 1920)

Pada tanggal berapakah bp mengunjugi Bataviasekarang jakarta ( 3 desember 1934 )

Pada tanggal berapakah buku scouting for boys diterbitkan ( 15 januari 1908 )

Dimanakah bp meninggal ( nyeri , Kenya )

Tanggal berpakah bp meninggal ( 8 januari 1941 )

Siapa yang membantu bp dalam mendirikan kepanduan untuk puteri ( Agnes baden powell)

Apa judul buku yang ditulis bp untuk meningkatkan kualitas para penegak ( rovering to success )

Siapakah yang memberi tanah untuk dijadikan taman tempat bermain dan berlatih ( William f debois mc.laren )

Apa nama taman yang bp buat ( gilwell park )

Patung apakah yang sering dinaiki para pandu untuk bermain di gilwell park ( patung singa )


Pencetus berdirinya Gerakan Pramuka sedunia adalah Lord Baden Powell. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris. Nama sesungguhnya ialah Robert Stepenshon Smyth. Ayahnya adalah seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford bernama Domine Baden Powell yang
meninggal ketika Stepenshon masih kecil. Lahirnya pendidikan Gerakan Pramuka diilhami oleh pengalamanpengalaman semasa hidupnya diantaranya adalah :
- Ditinggal ayahnya sejak kecil dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.
- Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain lainnya didapat dari kakak-kakaknya.
- Lord Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain musik, bersandiwara, mengarang dan menggambar.
- Pengalaman di India sebagai Letnan Ass (pembantu Letnan) pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang. Dan ditemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball O’Hara.
- Pengalaman terkepung Bangsa Boer di Kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.
- Pengalaman mengalahkan Kerajaaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.

Semua pengalaman hidupnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul ‘Aids to Scouting’. Buku ini sebenarnya berisikan petunjuk petunjuk kepada tentara muda inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan dengan baik. Buku ini sangat menarik bukan hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.
Seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris yang bernama tuan William Smyth meminta beliau untuk melatih anggotanya sesuai dengan cerita-cerita pengalaman beliau yang terdapat dalam buku ‘Aids to Scouting’. Akhirnya dipanggillah 21 pemuda dari Boys Brigade dari berbagai wilayah negeri Inggris untuk diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Pada tahun 1901 beliau meminta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Pada tahun 1929, beliau mendapat titel Lord dari Raja George. Beliau menikah dengan Olave St Clair Soames dan dianugrahi 3 orang anak. Beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.

* Pesan Terakhir Boden Powell *

Pramuka-pramuka yang kucinta :
Jika kamu pernah melihat sandiwara Peter Pan, maka kamu akan melihat mengapa pemimpin bajak laut selalu membuat pesan-pesannya sebelum meninggal, karena ia takut, kalau-kalau tidak akan sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, jika saat ia menutup matanya telah tiba.
Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karena itu aku ingin menyampaikan kepadamu sekedar kata perpisahan untuk minta diri.
Ingatlah, ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu, renungkanlah !
Hidupku adalah sangat bahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu sekalian masing-masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu sepeti aku. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan, ataupun kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan adalah membuat dirimu lahir dan batin sehat dan kuat pada waktu kamu masih anak-anak, sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup, jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyaknya keindahan dan keajaiban yang diciptakan Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya. Lebih baik melihat kebagusan-kebagusan suatu hal daripada mencari kejelekan-kejelekan. Jalan nyata yang menuju kebahagiaan ialah membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba didalamnya. Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan meninggal dengan puas, karena kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, akan tetapi kamu telah mempergunakannya sebaik-baiknya. Sedialah untuk hidup dan meninggal dengan bahagia. Masukkanlah paham itu senantiasa dalam Janji Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan kanak-kanak lagi dan Tuhan akan berkenan memberikan karunia pertolongan padamu dalam usahamu.

Kamis, 13 Februari 2014

Letusan Gunung Kelud Tahun Ini Lebih Dahsyat Ketimbang Tahun 1990


Letusan Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar, semuanya di Jawa Timur, pada Kamis (13/2/2014), dinyatakan lebih besar daripada letusan yang pernah terjadi pada 1990.
Informasi tersebut disampaikan lewat siaran pers Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi, Sumber Daya Alam, dan Mineral, yang diterima Jumat (14/2/2014) dini hari.
"(Indikatornya) tinggi lontaran vulkanik dari letusan ini mencapai 17 kilometer," ujar Pelaksana Tugas Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Swantika, dalam siaran pers itu.
Pada 1990, ketinggian lontaran material vulkanik dari letusan Gunung Kelud tercatat mencapai sekitar 8 kilometer. Ketinggian lontaran material vulkanik letusan pada Kamis malam merupakan laporan dari otoritas vulkanologi di Darwin, Australia.
Letusan pada 1990 merupakan letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, yang melontarkan material vulkanik. Adapun letusan pada 2007 tidak sampai memuntahkan material vulkanik, tetapi telah menyebabkan surutnya danau di kawah gunung itu, berganti dengan munculnya kubah lava.
Selain tinggi lontaran material vulkanik, letusan pada Kamis malam lebih hebat daripada letusan pada 1990 juga diukur berdasarkan area terdampak letusan. Dalam pantuan PVMBG, abu letusan Gunung Kelud pada Kamis malam terlontar sampai ke kota-kota yang relatif jauh dari lokasi gunung.
"Abu terpantau antara lain sampai ke Ponorogo, Mojokerto, dan Surabaya," sebut siaran pers PVMBG. Lokasi kota-kota yang dicontohkan itu jauh dari lokasi gunung. Ponorogo, misalnya, sudah mendekati Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun Surabaya jauh di utara lokasi Gunung Kelud.
Pantauan di lapangan, saat ini masih terus terjadi hujan abu di sekitarGunung Kelud. Menurut PVMBG, saat ini aktivitas kegunungapianGunung Kelud terpantau mereda. Namun, ujar pernyataan itu, belum dapat dipastikan apakah sudah benar-benar berhenti atau hanya semacam jeda. "Kepastian baru bisa dicek besok pagi (Jumat pagi, red)."

Senin, 10 Februari 2014

Ka Kwarda JABAR Kerja Bakti


Ketua Kwarda Jawa Barat kak Dede Yusuf ME bersama para Pramuka Penegak yang ikut bekerja membangun jembatan bambu (latar belakang) untuk warga Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang. Sebelum jembatan dibangun di lokasi ini, setidaknya telah jatuh empat korban jiwa saat menyeberangi sungai yang berarus deras. Jembatan bambu ini adalah yang keempat, yang dibangun oleh Kwarda Jawa Barat untuk warga di Desa Cimeta Bandung Barat, Desa Cibitung Subang, Desa Sudi Ibun Bandung

Sabtu, 08 Februari 2014

Info

Film Hasduk Berpola, Kenalkan Nasionalisme Lewat Pramuka

Film bertema nasionalisme mungkin sudah banyak dihadirkan oleh para insan perfilman. Dari cerita yang dibalut dengan persahabatan, hingga perjuangan kaum muda, tidak sedikit menjadi tema besar dalam cerita. Seakan ingin tampil berbeda dari yang lainnya, Harris Nizam, sutradara film Hasduk Berpola mengangkat tema pramuka sebagai film nasionalisme yang kaya nilai. "Film ini adaptasi dari buku karya Bagas Dwi Bawono. Sebuah cerita pendek tentang Hasduk Berpola, yang menceritakan keprihatinannya terhadap mulai lunturnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia," ujar Harris Nizam, yang menjadi sutradara dalam film Nasduk Berpola, saat ditemui di MetroTv, pada Kamis (21/3). Menurut Harris, Hasduk Berpola diawali dari ingatannya mengenai Sidang Paripurna DPR yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pejabat-pejabat yang hadir lupa lirik lagu kebangsaan "Indonesia Raya", pada 2009 silam. "Saya pikir sungguh keterlaluan sekali. Di acara kenegaraan yang penting seperti itu, pejabat-pejabat kita lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lagu kebangsaan menurut saya tolak ukur nasionalisme kita. Hal seperti itu saja terlupakan, bagaimana dengan nilai lainnya," imbuhnya. Menurut Harris, cara termudah untuk mencintai Indonesia adalah dengan bisa menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dengan baik. Karena itu, dia merasa prihatin dengan banyaknya generasi muda yang tidak hafal dengan lirik lagu "Indonesia Raya". Pramuka juga baginya mengajarkan banyak nilai nasionalisme. Hasduk sendiri dikenal sebagai kacu pramuka, salah satu atribut seragam pramuka berwarna merah dan putih. "Semoga dengan film ini, kita sama-sama mengingat bagaimana perjuangan di jaman perebutan kemerdekaan. Jangan sampai anak-anak justru tidak tahu lagu kebangsaan kita seperti apa," pungkasnya. Hasduk Berpola menghadirkan bintang baru sekaligus pemeran utama, Bangkit Prasetya. Selain itu, film berdurasi 100 menit ini juga menampilkan Iga Mawarni, Petra Sihombing, Calvin Jeremy, Alisia Rininta, Hery Savalas, Ranti Purnamasari, Meitha Thamrin, Niniek L. Karim, Hadi Subiyakto, Fay Nabila dan seniman senior sekelas Idris Sardi.